Senin, 16 Juli 2018

Road to KOGI 2018 - etape 1



Akhirnya hari yang ditunggu datang juga. Setelah mempersiapkan berbagai hal mulai dari fisik dan mental, termasuk diantaranya yang paling menantang adalah setup sepeda, distribusi muatan, ijin orang tua dan keluarga, serta latihan fisik dalam hal ini handling dalam mengendarai sepeda bermuatan penuh, dalam speed yang variatif, musim yang tidak menentu, sebagai persiapan menghadapi perjalanan yang akan diiringi hembusan angin Pantura Jawa yang terkenal lumayan bikin cyclist goyah badan dan mentalnya.


Beberapa minggu sebelum keberangkatan, tepatnya sejak awal bulan Juli 2018 saya mengutamakan berlatih menggunakan sepeda yang akan saya kendarai untuk membiasakan handling, memahami karakter sepeda ini, kelebihannya serta kekurangannya, serta beberapa sesi di atas indoor trainer untuk berlatih endurance, serta beberapa sesi berlatih dibawah terik dan hujan serta kalkulasi serta uji coba nutrisi dan peletakannya di tas yang akan digunakan. 




Senin, 02 Juli 2018

We ride Flanders 2018

Pada hari Minggu pertama di bulan April setiap tahun di Belgia diadakan balapan tahunan Tour of Flanders sejak lebih dari 100 tahun yang lalu. Sehari sebelumnya diadakan cyclo sportive We Ride Flanders yang menyusuri sebagian rute balapan ini. Even ini sudah diadakan sejak 1992 dan masuk dalam bucket list banyak cyclist dari berbagai negara, tidak hanya dari negara yang bertetangga tetapi juga Inggris, Amerika, bahkan Australia. Karakter utama even ini adalah tanjakan demi tanjakan yang curam dan pendek, jalan bebatuan yang disebut kasseien, jalur terbuka berangin dan cuaca tipikal yang sering berawan maupun hujan.

Tahun ini saya akhirnya berkesempatan ambil bagian sebagai satu dari 16.000 peserta even massal ini. Dari berbagai jarak yang ditawarkan antara 74 sampai 240 km, saya ‘terpaksa’ mengikuti saran kawan baik saya untuk memilih jarak 130 km saja. Pertimbangan pertama adalah keterbatasan pengalaman, karena saya belum pernah bersepeda lebih dari 100 km apalagi dalam even massal seperti ini. Kedua adalah waktu berlatih outdoor yang terbatas di musim dingin dan besarnya kemungkinan terjadi kerusakan mekanik sepeda. Sayang sekali pilihan jarak ini terpaksa melewatkan tanjakan ikonik Kapelmuur di kota Gerardsbergen. Persiapan terutama saya siasati dengan latihan indoor dengan program Zwift yang saya kenal dari komunitas ZID Zwift Indonesia.