Kamis, 29 Juni 2017

Saya BISA, Kamu BISA! (Part 3)


Part 6: Memulai Berlari
Karena kesibukan dan seringnya saya travelling untuk alasan kantor, mengikuti symposium di luar kota, pelatihan dan berbagai alasan lain,saya merasa tidak cukup praktis membawa sepeda kemanapun saya pergi. Sebetulnya bisa sih karena sudah membeli bike box, tetapi tidak praktis dan persiapannya cukup ribet. Akhirnya saya mencoba lari, olahraga yang praktis dan mudah. Cukup bawa saja sepatu lari, beres!
Pada tanggal 25 Juli 2016, setahun dan satu bulan setelah memulai bersepeda, saya mulai mencoba berlari 5km. Jarak 5km ini saya tempuh dalam 40 menit 23 detik. Lagi-lagi paru-paru terasa seperti terbakar, kaki terasa sakit semua, persis saat awal memulai bersepeda. Tapi saya tidak menyerah, dan mengulangi lagi step by step seperti saya memulai bersepeda, mencari sumber berbasis ilmiah, menyusun rencana dan mengeksekusi.

Semua bergulir seiring dengan waktu. Seperti halnya bersepeda, saya pun mengikuti banyak event lari, mulai 5k, 10k hingga Half Marathon (21k) di Borobudur dan Alhamdulillah finish walau dengan catatan waktu 2 jam 48 menit. Bismillah saya akan "pecah telor" mengikuti Marathon di Bali Marathon 27 Agustus 2017, wish me luck and finish strong hahaha..

Part 7: Memulai Triathlon
Tidak pernah terbersit di pikiran saya untuk mengikuti triathlon. Triathlon adalah olahraga gabungan dan berurutan : renang di laut lepas, bersepeda dan lari secara berturu-turut. Renang 20 meter saja rasanya sudah mau mati, apalagi renang di laut tanpa alat bantu. Jarak terdekat 750 meter saja tak pernah terbersit, apalagi mengikuti Ironman dengan jarak renang 3,86 km. Bayangkan deh, dengan jarak begitu, lari saja pasti sudah capai bukan main, apalagi renang! Belum lagi melawan ombak, berenang bersamaan peserta yang lain, wah no thank you, tak pernah terpikir deh.
Saya bergabung dengan group Whatsapp ZID (Zwift Indonesia-Zwift adalah software game online yang menggabungkan sepeda dengan trainer, sehingga seolah-olah kita bersepeda bersama orang lain di dunia maya). Ternyata di dalamnya banyak pelaku triathlon, bahkan juga Ironman finisher. Akhirnya mulai deh seperti saat saya memulai bersepeda dan berlari. Rutinitasnya pun tetap sama, mencari informasi, merangkum informasi, menyusun rencana, mengeksekusi rencana dan mengevaluasi aksi, lalu kembali lagi ke awal. Pada prinsipnya ini adalah sesuatu yang saya pelajari di masa lalu, Path to Success sebetulnya mudah: Research, Plan, Execute, Evaluate, Implement evaluation result from beginning!
Permulaan triathlon saya berawal dari kenekatan saya dan rekan YSCC , UYA (dr. Udria Satya, SpOT) untuk mendaftar event Triathlon Buddies.  Event ini hanya diperuntukkan mereka yang belum pernah mengikuti triathlon, karena renang dilakukan di kolam untuk mengurangi intimidasi laut lepas. Event tersebut diadakan 4 Februari 2017, dan saya baru memulai belajar renang lagi pada 22 Oktober 2016 (4 bulan sebelum event). Saya mengikuti kursus yang dilatih oleh atlit renang (hanya 4x pertemuan dalam 2 minggu). Namun kemudian karena kesibukan, akhirnya berhenti total dan baru berkesempatan belajar lagi pada 3 Januari 2017 (4 minggu sebelum event hahaha). Menyerah dengan front crawl swim (gaya bebas) yang belum juga bisa jarak jauh, saya memutuskan renang gaya katak (breast stroke) tanpa peduli berapa kecepatannya, yang penting bisa finish tanpa berhenti. Alhamdulillah berhasil, walaupun awalnya baru 20 meter saja, saya sudah mau pingsan. Bermodal youtube latihan gaya katak, saya berhasil berenang 750 meter tanpa berhenti.
Ketakutan yang saya rasakan setiap event pun berulang. Untungnya saya dan Triathlon Buddie, UYA dapat saling menenangkan. Alhamdulillah 4 Februari itulah saya sapat mencapai garis finish Triathlon, walaupun masih di kolam dengan jarak swim 500 meter, bike 22 km dan run 5 km dengan senyum di garis finish.




Setelah berhasil mencoba triathlon di kolam, saya dan UYA berniat mencoba triathlon di laut lepas. Event triathlon "beneran" (dalam artian berenang di laut lepas) pertama kali yang saya ikuti adalah Sungai Liat Triathlon yang terkenal dengan event paling bersahabat untuk pemula seperti saya. Alhamdulillah pada 22 April 2017 kami berhasil finish dengan senyuman di sana.





Lanjut ke Part 4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar