Minggu, 01 November 2015

(Kembali) Memulai Bersepeda


Dalam perjalanan saya kembali menggeluti olahraga bersepeda, saya menemukan kenyataan bahwa untuk memulai bersepeda saat ini lebih sulit bila dibandingkan ketika saya mulai bersepeda dahulu kala. Ya, kala rambut kaki saya belum gondrong seperti sekarang. Ketika panjang kaki saya tidak lebih dari dua buah bidon ukuran 500 cc ditumpuk.

Pada saat saya masih berusia sekitar 4 tahun.

Pada masa itu, tantangan bersepeda yang paling berat bagi seorang bocah ingusan seperti saya adalah, “Bagaimana caranya saya bisa menjaga keseimbangan dalam berkendara menggunakan hanya dua buah roda?” Dua roda kecil yang menjaga agar saya tidak jatuh, satu persatu dilepas sampai akhirnya saya bisa bebas berkelana dengan kendaraan beroda pertama saya. Dan akhirnya bersepeda menjadi bagian masa kanak-kanak saya. Sampai saya berhenti bersepeda sejak saya kenal dunia perkuliahan.


Saat kecil, saya tidak pernah ambil pusing, jenis sepeda apa yang cocok untuk saya. Selama ayah saya bisa membelikan saya sepeda, mulut saya akan bungkam dan saya akan kemudian bersepeda sampai sesaat sebelum adzan maghrib berkumandang.

Kembali lagi, sekarang ini sudah millennium terbaru. Abad 21. Permasalahan hidup semakin banyak, tantangan semakin besar, dan, perjuangan untuk mendapatkan sepeda menjadi lebih sulit dibandingkan sekarang.

Saat saya memutuskan untuk membeli sepeda, pertanyaan pertama yang muncul adalah, “Apakah sebaiknya saya membeli sepeda MTB, sepeda Road Bike, atau sepeda lipat?”
Celaka tigabelas, sulit sekali mau beli sepeda saja.

Dibandingkan ketika saat saya kecil, Apapun jenisnya, asalkan beroda dua, saya pakai. Sampai rusak. Yang penting selangkangan saya ini ngga akan terbentur besi panjang yang menghubungkan setir sepeda dan jok.

(Besi panjang musuh selangkangan saya itu setelah saya dewasa baru saya ketahui bernama Top Tube. Sama dengan setir yang istilah kerennya adalah handle bar serta jok yang nama lainnya sadel. Oh betapa sederhananya hidup saya dulu!)

Pertanyaan kedua, “Berapa uang yang bisa saya sisihkan agar saya bisa mendapatkan sepeda yang saya inginkan?” Dari pertanyaan kedua ini, saya mendapatkan pelajaran berharga bahwa, sepeda itu harganya bervariatif, dan sepeda murah itu, batasnya tipis dengan sepeda yang murahan.
Kadang suka bertanya, dulu kok ngga pernah ya, mikir tentang beli? Oh saya lupa. Yang bayar bukan saya. Orang tua saya.

Pertanyaan ketiga, adalah, dan biasanya jarang sekali ditanyakan oleh penjual sepeda, “Apa yang akan saya lakukan dengan sepeda itu. Mau dipakai buat apa, dimana?”
Pertanyaan yang harusnya, saya tanyakan sebelum saya membeli.

Saya baru menyadari, pilihan pembelian sepeda saya, seharusnya diutamakan atas dasar, apakah sepeda itu akan saya gunakan untuk berolahraga, atau untuk sebagai sarana transportasi? Seberapa sering nantinya akan saya gunakan?

Pertanyaan keempat, adalah, kepada siapa saya bisa berkonsultasi masalah sepeda ini? Layaknya dokter yang tidak menguasai suatu bidang ilmu tertentu, ia pastilah akan mencari orang lain yang lebih berkompeten untuk membantu menjawab pertanyaan yang sudah muncul di kepala ini.

Sampai sekarang ini saya sedang berhubungan “serius” dengan road bike. Jangan salah. Sebelum road bike ini, sepeda pertama saya setelah saya lulus kuliah ini adalah sepeda lipat. Berikutnya adalah MTB. Saat ini dua benda ini sedang diistirahatkan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Saya yakin, bukan hanya saya yang akan bertanya pertanyaan-pertanyaan saya tadi. Salah satu pertanyaan tadi mungkin jadi pertanyaan Anda juga.

Lalu, apa tujuan saya nulis ngalor-ngidul ini? Sederhana. Saya akan mencoba membantu anda menjawab, atau setidaknya menjawab pertanyaan saya sendiri diatas. Sederhananya, “Apa langkah-langkah yang bisa dilakukan saat akan memulai bersepeda?”

Semuanya dirangkum dalam 4 singkatan sederhana, yaitu 4 F.  
Frame. Fitting. Frequency. Friends.

1.     Frame
Yap. Paling utama. Frame alias rangka sepeda (dan dalam hal ini, sepeda dalam satu keutuhan) tentunya harus dimiliki lebih dahulu sebelum memulai bersepeda. Mengenai pemilihan jenis frame, bahan, dan tipe sepeda, ada baiknya Anda membaca tulisan lain pada bagian lain di situs jejaring kami ini. Yang pasti, jangan terburu-buru saat membeli. Hal lain yang tidak kalah penting, selain menyesuaikan dengan anggaran Anda, maka yang Anda butuhkan sebelumnya adalah, pengetahuan dasar mengenai jenis medan yang akan Anda jadikan sarana bersepeda. Hal ini berkaitan dengan jenis sepeda apa yang Anda inginkan. Seperti pertanyaan ke-empat saya.

2.     Fitting
Bila anda mulai serius dalam bersepeda, maka anda harus mempertimbangkan untuk melakukan pengukuran sepeda anda secara akurat, dan tidak berdasarkan intuisi. Setiap sepeda memiliki karakteristik masing-masing. Begitupun tubuh Anda. Maka fitting dianalogikan dengan membeli sebuah setelan jas merk terkenal, yang ternyata tidak sesuai dengan badan Anda. Anda ingin mempermaknya? Silakan. Menjualnya dan membeli yang baru? Lebih baik, bila anda punya dananya. Membuangnya di Tempat Pembuangan Akhir? Silakan. Saya yang nanti ambil setelah Anda buang.
Jarang sekali pesepeda pemula memikirkan fitting. Fitting tidak hanya dilakukan setelah Anda membeli sepeda. Pengetahuan dasar mengenai ukuran sepeda yang sesuai dengan tinggi badan, dan pengetahuan mengenai bagian-bagian sepeda menjadi sangat penting. Yang utama, jangan sampai Anda membeli sepeda yang ukurannya terlalu besar atau kecil. BACA: TERLALU. Dari mana Anda tahu? Sulit. Bertanyalah. Website resmi dari merk-merk sepeda yang Anda incar mungkin bisa sedikit membantu. Bila kemudian setelah pemakaian Anda merasa ukuran sepeda Anda kurang sesuai, hal ini masih bisa diakali dengan penggantian parts yang nantinya akan disesuaikan dengan tubuh Anda. Hal ini berkaitan dengan kenyamanan bersepeda.
Bila Anda sudah cukup rutin bersepeda, Fitting sepeda yang sebenarnya, dan dilakukan oleh professional mungkin dapat menjadi daftar agenda belanja Anda berikutnya. Percayalah, biaya Fitting professional yang relatif tidak murah, menjadi sangat tidak mahal ketika Anda menyadari bahwa parts yang telah Anda beli lebih dulu dengan harga yang super mahal, ternyata tidak cocok dengan Anda.
Untuk tahu bagaimana tata cara bike fitting, ada baiknya anda masuk ke Atau masuk ke http://competitivecyclist.com untuk tahu secara sederhana, cara fitting sepeda.
Fitting, adalah juga, Upgrade utama yang anda perlukan saat Anda telah membeli sepeda. Buang jauh keinginan beli Groupset, wheelset, apalagi sepeda baru. Fitting dulu, baru yang lainnya.

3.     Frequency.
Setelah sepedanya ada, ukuran dan parts sementara sesuai, fitting belum dilakukan karena anda belum yakin, maka mulailah membuat jadwal rutin untuk bersepeda. Mulai dari jarak pendek. Sepuluh sampai duapuluh km untuk permulaan setiap akhir pekan adalah awal yang baik. Setelah rutin bersepeda setiap akhir pekan, mulai sempatkan diantara hari-hari bekerja Anda. Durasinya tidak perlu lama. Satu atau dua jam cukup. Setelahnya, perpanjang jarak bersepeda Anda pada akhir pekan. Rutin, dan tekun, adalah kunci keberhasilan Anda. Bersepeda adalah olahraga yang sangat pribadi. Jangan pernah membandingkan diri Anda dengan pesepeda lain. Jangan memaksakan diri Anda, bila melihat seseorang melewati Anda, menghadapi tanjakan seperti sebuah motor 2 tak dengan kekuatan 100 kuda. Dia bukan Anda. Dan bila kesabaran Anda hilang, dan memaksakan hal-hal yang seharusnya tidak dipaksakan, hasilnya adalah kelelahan yang tidak diperlukan.
Memang ada yang namanya push over the limit. Tapi tidak kemudian membuang segalanya demi mengejar bapak-bapak tua yang sepedanya reyot tapi kok lebih kuat nanjak didepan Anda itu… Dia bersepeda sejak 10 tahun yang lalu. Anda baru satu minggu.

4.     Friends.
Bersepeda itu lebih seru bila dilakukan bersama-sama. Saya memang sudah bilang, kalau bersepeda itu sangat individual. Tapi itu dalam konteks Anda dan melawan diri Anda sendiri. Seorang (Atau lebih) kawan, akan membantu Anda dalam mendorong diri Anda menjadi pesepeda yang lebih baik. Belum lagi tips mengenai cara-cara bersepeda yang lebih baik, informasi rute, dan bahkan, kadang-kadang, kawan Anda itu bisa saja menjual atau mendapatkan info parts sepeda yang murah. Saya memulai sepeda sejak 2 tahun yang lalu. Saat saya bersepeda sendirian, saya cenderung untuk bermalas-malasan. Atau lebih parah, karena tidak ada teman bersepeda, saya pun enggan bersepeda.
Sekarang ini? Bergabung dengan grup sepeda yang namanya terpampang di atas, adalah hal terbaik dalam kaitannya bersepeda, yang pernah saya dapatkan. Saya memiliki motivasi. Saya tertantang untuk bersepeda lebih jauh, lebih cepat, lebih lama. Saya mendapatkan informasi yang sebelumnya harus susah payah saya dapatkan sebelumnya, dan gratis. Saya mendapatkan kawan bersepeda, sehingga saya tidak merasa kesepian. Dan, saya menjadi lebih sering bersepeda, karena saya dan kawan-kawan saya ini akan saling mengajak dan mengingatkan bila kami sebentar saja, tidak bersepeda.

Jadi, ini adalah salah satu pengalaman saya dalam bersepeda. 4 ini membantu saya menjadi pesepeda yang lebih baik. Mau Dicoba?


dr. Arga Patrianagara
PPDS Bedah Umum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar